Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Muhammad Bebas Meniduri Siapapun, Bahkan Tanpa Menikah

Muhammad tidak tahan dengan kecantikan istri pengikutnya, akhirnya istri pengikutnya pun turut diembat Muhammad juga. Berdasarkan fakta-fakta dari kehidupan Muhammad, seorang penulis Sirah bernama Halabiah sampai menuliskan: Al-Sira Al-Halabia, vol.III, hal 377; “Jika Muhammad menginginkan wanita yang belum menikah, dia bahkan mempunyai hak untuk menikahinya tanpa upacara pernikahan dan tanpa saksi atau wali. Persetujuan wanita itu juga tidak diperlukan. Namun jika wanita itu sudah menikah dan Muhammad menunjukkan keinginannya terhadap dirinya, adalah sebuah keharusan bagi suaminya untuk menceraikannya, agar Muhammad dapat menikahinya. Muhammad juga mempunyai hak untuk memberikan wanita yang dinikahinya itu kepada lelaki manapun yang ia pilih tanpa persetujuan wanita tersebut. Dia bahkan juga dapat menikah pada musim naik haji, sebagaimana yang dia lakukan dengan Maemunah. Dia juga mempunyai hak untuk memilih para tawanan, siapapun yang dia inginkan, sebelum pembagian hasil jarah...

Mihammad Hanya Ingin Wanita Cantik

Sejarawan2 Islam mengaku bahwa Muhammad tidak mau menikahi wanita kecuali jika mereka itu muda, cantik, dan tidak punya anak. Perkecualian adalah Sauda yang berusia sekitar tiga puluh tahunan ketika Muhammad menikahinya agar dia bisa mengurus anak2 Muhammad. Berdasarkan sebuah hadis, Muhammad berhenti tidur dengannya ketika dia memiliki istri2 yang lebih cantik dan muda, semua istri2nya berusia remaja atau awal dua puluh tahunan dan dia sendiri berusia sekitar lima puluh dan enam puluh tahunan. Sejarawan Tabari mengisahkan bahwa Muhammad meminta Hind binti Abu Talib, sepupunya sendiri, untuk menikah dengannya tapi ketika Hind mengatakan dia punya anak, Muhammad tidak mau lagi. Muhammad juga meminta wanita lain bernama Zia’h binti Amir untuk menikah dengannya, tapi ketika Zia’h menyebut umurnya, Muhammad berubah pikiran. (Tabari Vol. IV, hal. 1298)

Hadis Pemaksaan Masuk Agama

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24: Dikisahkan oleh Ibn 'Umar: Rasul Allah berkata, "Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah." Contoh Prakteknya: Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 halaman 374: Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata, "Aku membawa pergi Abu Sufyan bin Harb ke tempat istirahatku dan ia menginap di tempatku. Esok paginya, aku membawa Abu Sufyan bin Harb ke tempat Rasulullah SAW. Ketika beliau melihat Abu Sufyan bin Harb, beliau bersabda, "Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?" Abu Sufya...